Intersex Awareness Day diperingati setiap 26 Oktober untuk meningkatkan pemahaman tentang keberagaman gender dan hak-hak individu interseks. Pada 2020, perayaan ini mengusung tema “Lihat, Dengar, dan Akui”, dengan fokus pada vipertek.id
- Edukasi publik tentang kondisi interseks
- Penghapusan stigma dan diskriminasi
- Dukungan terhadap hak-hak kesehatan dan otonomi tubuh
- Representasi media yang inklusif
Fakta penting: 1,7% populasi global terlahir dengan variasi karakter seks yang tidak sepenuhnya maskulin atau feminin (sumber: PBB).
2. Film sebagai Media Edukasi dan Advokasi
Beberapa film diputar dalam rangkaian acara Intersex Awareness Day 2020 untuk membuka dialog:
- “No Box for Me” (2020) – Dokumenter tentang pengalaman hidup individu interseks di Eropa
- “Intersexion” (2012) – Kisah perjuangan melawan stigma medis dan sosial
- “Every Body” (2019) – Film pendek yang menampilkan narasi personal yang jarang didengar
Dampak film-film ini:
✔ Meningkatkan empati penonton
✔ Memicu diskusi tentang hak-hak interseks
✔ Memberi ruang bagi penyintas untuk bersuara
3. Kolaborasi Komunitas dan Sineas
Perayaan tahun ini melibatkan berbagai pihak untuk memperkuat pesan:
- Diskusi virtual dengan aktivis interseks dan pembuat film
- Webinar bersama dokter dan psikolog tentang pendekatan medis yang manusiawi
- Kampanye sosial media dengan tagar #LihatIntersex
- Pameran seni visual karya seniman interseks
Contoh inspiratif: Film “No Box for Me” berhasil ditonton oleh 10.000+ orang dalam pemutaran perdana daring.
4. Respons Publik dan Langkah ke Depan
Intersex Awareness Day 2020 menuai respons positif:
- Media massa mulai lebih banyak meliput isu interseks
- Lembaga pendidikan tertarik mengadakan workshop inklusivitas
- Perubahan kebijakan di beberapa rumah sakit untuk menghindari operasi tanpa persetujuan
Tantangan yang masih dihadapi:
- Minimnya representasi di industri hiburan
- Kurangnya akses informasi dalam bahasa lokal
- Resistensi dari kelompok konservatif